Posts Tagged ‘masjid’

h1

Renungan di Pesisir Kenjeran: Perlukah Corong Masjid Diatur???‎

30 Juni 2015

Fungsi suatu sistem tata suara adalah untuk mereproduksi suara asli dari sumber hingga menghasilkan suara baru yang diinginkan sesuai kebutuhannya. Kebutuhan akan sistem tata suara berbeda-beda menyesuaikan penggunanya. Secara umum, rumah-rumah ibadah membutuhkan sistem tata suara untuk dua hal, yaitu:

  1. Mengumumkan pelaksanaan suatu ibadah atau kegiatan keagamaan kepada khalayak di sekitarnya dalam radius yang ‘wajar’, agar para jamaah segera bergabung;
  2. Mengeraskan suara yang terkait dengan prosesi ibadah (misalnya suara khutbah atau suara doa dari imam/pendeta/pemimpin doa) dalam intensitas yang ‘wajar’ agar dapat disimak seluruh jamaah yang ada di dalam rumah ibadah tersebut.

Dengan mengacu kepada kedua kebutuhan tersebut, maka disusunlah suatu rancangan sistem tata suara yang perlu disediakan di sebuah rumah ibadah. baca selengkapnya

Iklan
h1

Memimpikan Masjid Masa Depan

23 Agustus 2009

Guru Agama Islam saya di SD, Ustd. Juhriah, pernah mengatakan bahwa kaum muslimin berada di masjid itu seperti ikan dalam air dan bukan seperti cacing di atas abu. Secara logika, ikan memang hidup di air, sehingga jika diletakkan di air ia akan merasa nyaman. Sedangkan cacing yang sejatinya hidup dalam kesempitan dan kegelapan bawah tanah, jika diletakkan di atas abu maka ia akan meronta-ronta karena tidak betah dan bahkan kesakitan.

Demikianlah memang seharusnya kita sebagai umat islam yang seharusnya ketika berada di masjid akan merasa “FEELS LIKE HOME”.

Sudah berabad-abad kita prihatin dengan kondisi masjid-masjid kita yang jauh dari makmur. Dalam artian sepi dari hadirnya para jamaah, kecuali dalam momen-momen tertentu seperti: ibadah jumat, sholat hari raya, pembagian zakat, peringatan hari besar islam, ketempatan akad nikah, dsb. Selebihnya, masjid lebih sering kosong melompong meski di saat waktu-waktu sholat fardhu.

Lalu bagaimana cara membuat masjid-masjid kita menjadi lebih makmur??? Meski Rasulullah saw. pernah mengancam akan membakar rumah kaum muslimin tetangga masjid yang tidak sholat fardhu berjamaah di masjid, ternyata sabda itu kurang ampuh untuk menggugah motivasi kaum muslimin untuk bergegas ke masjid. Apakah cukup hanya menyalahkan godaan setan yang selalu membujuk manusia untuk jauh dari syariat??? Apakah cukup hanya mengandalkan seruan-seruan dogmatis dari para ulama agar umat bergairah ke masjid??? Berhentilah menyebut-nyebut kemunduran umat islam sebagai hasil dari gerakan konspirasi global yang dimotori oleh yahudi dan kristen!!! Ayo kita melihat kondisi obyektif umat dan mulai memikirkan solusinya!!!

Inti pemikiran saya sebenarnya adalah bagaimana membangun sistem pengelolaan masjid secara moderen. Untuk itu, visi para takmir dan pengelola yayasan masjid harus berubah total. Takmir masjid harus menjelma menjadi profesional standar kantoran dan manajemen pengelolaan masjid harus setara perseroan terbatas, jika perlu berstandar ISO! Masjid harus memiliki misi sebagai: COMMUNITY SERVICE PROVIDER.

Lihatlah bagaimana kebanyakan masjid-masjid dikelola dengan apa adanya bahkan serampangan. Lihatlah bagaimana posisi takmir masjid atau marbot dipandang sebagai jabatan suka rela, paruh waktu, sisa waktu dan tenaga, serta jauh dari sikap-sikap profesionalisme. Dampaknya, lihatlah bagaimana pelaksanaan ibadah-ibadah ritual di masjid yang tidak berjalan lancar, tidak mampu menghadirkan atmosfer spiritual yang khusyu’ kepada jamaahnya, dan pada akhirnya jauh dari sebutan ‘diterima oleh ALLAH’. Naudzubillah

Sebenarnya, saya iri dengan rumah-rumah ibadah umat lain yang ternyata dikelola secara profesional dan moderen. Kehidupan rumah ibadah itu tidak lagi bertumpu kepada kotak infak yang diedarkan saat ibadah (atau bahkan meletakkan kotak sumbangan di pinggir jalan sambil melambai-lambaikan bendera agar pengguna lalu lintas melambat dan memberikan sumbangan). Rumah-rumah ibadah itu hidup dari pelayanan umat seperti layaknya sebuah perusahaan penyedia jasa. Hasilnya, tidak hanya umat berbondong-bondong datang beribadah, namun juga terbangun loyalitas dalam diri setiap jamaah terhadap komunitas religiusnya.

Tentu tidak semua masjid memperihatinkan. Di Surabaya ini ada lho yayasan masjid yang dikelola profesional hingga memiliki baitul maal yang omzetnya miliaran rupiah dan bahkan memiliki lembaga pendidikan terpadu mulai dari jenjang Kelompok Bermain hingga SMA. baca selengkapnya