Posts Tagged ‘kerja’

h1

Sederhana dan Kuno, Tips Bebas Penipuan Bisnis

11 Juni 2014

Meski bukan paranormal, indigo, ataupun orang suci, saya merasa memiliki semacam insting alamiah. Yaitu kemampuan mengendus potensi penipuan. Meski tidak dijamin 100 persen akurat, setidaknya hingga hari ini saya terbebas dari penipuan kelas kakap yang melibatkan uang banyak.

Intinya dengan insting tersebut saya mampu menolak ajakan-ajakan untuk bergabung ke dalam bisnis tertentu. Saya sebut tidak 100 persen akurat, mungkin karena di antara ajakan bisnis yang pernah mampir ada yang benar-benar bisnis serius dan jujur. Tapi saya tolak karena bisikan insting. Sedangkan sisanya saya yakin benar-benar penipuan, minimal hasilnya tidak se-extraordinary seperti yang dipresentasikan. lanjutkan

h1

Pipis Aja Bayar, Kok

27 Desember 2012

Ada beberapa tipe aksi penipuan. Yang pernah saya alami adalah penipuan yang terkait dengan pembelian barang atau jasa. Saya sudah mengeluarkan sejumlah uang, ternyata saya tidak memperoleh apa yang dijanjikan. Entah itu spesifikasi barang yang tidak sesuai atau bahkan hilang uang sama sekali.

Tipe penipuan yang belakangan marak terjadi adalah iming-iming akan mendapatkan uang atau hadiah, namun ternyata malah kehilangan uang. Tentang modus dan teknis aksi penipuan yang model begini, monggo hunting sendiri artikel-artikel di berbagai media online dan blog yang banyak membahasnya.

Sebagai seorang pendidik, tentu bukan itu yang menjadi concern saya. Akan tetapi lebih kepada pertanyaan, mengapa beberapa orang begitu mudah tertipu dengan iming-iming akan mendapatkan sejumlah uang ataupun hadiah. Bahkan, entah sungguhan ataukah cari-cari kambing hitam, si korban biasanya menambahkan cerita, “Saya dihipnotis!” untuk lebih memberikan kesan terdholimi kepada siapapun yang menyimak ceritanya. lanjutkan membaca

h1

Sekedar Ide Tentang Gaji Pejabat

18 Desember 2012

Sebagai rakyat, terutama yang pegawai swasta dan wira usahawan dan bukan PNS, kita sering rasan-rasan tentang betapa tingginya gaji para pejabat di negeri ini. Lebih khusus lagi, Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Minggu (16/12/2012) merilis hasil analisis mereka tentang estimasi gaji para gubernur (dan wakilnya), walikota (dan wakilnya), serta bupati (dan wakilnya). Talkshow-nya juga sudah dihelat di Metro Pagi, Senin (17/12/2012), bersama Ucok Sky Khadafi, salah satu aktifis FITRA.

Nah, tadi saat duduk di toilet melakukan salah satu ritual mandi pagi, kok tiba-tiba tercetus ide berikut ini…

Presiden, wakil presiden, gubernur, wakil gubernur, walikota/bupati, dan wakil walikota/bupati tidak usah punya gaji pokok, tunjangan jabatan, tunjangan fungsional, dan segala macam tunjangan yang otomatis dapat tanpa berbuat apa-apa. Berikan saja kepada mereka tunjangan-tunjangan operasional yang habis pakai dalam sebulan, misalnya: uang makan, uang transport, jatah pulsa, biaya kesehatan, asuransi jiwa, dan sejenisnya. Nah, ibarat tenaga marketing, kepada mereka diberikan bonus sesuai dengan pemasukan-pemasukan yang disetorkannya kepada negara.

Untuk presiden/wapres, mereka diberi bonus dari berapa besar realisasi pajak dan nilai ekspor yang tercapai dalam 1 tahun. Untuk gubernur/wagub dan walikota/bupati dan wakilnya, mereka diberi bonus dari PAD, pajak, dan retribusi yang berhasil diraup dalam 1 tahun. Mereka mendapatkan persentase bonus dari pemasukan tersebut yang dibayarkan setiap akhir tahun setelah diaudit oleh BPK. Tentang berapa besar nilai presentasenya, silahkan dipikirkan berapa yang pantas.

Intinya, dengan demikian para pemimpin itu termotivasi untuk setor uang ke negara, bukan ke partainya apalagi ke rekening pribadinya. Makin besar pemasukan yang mereka setor ke negara, makin besar pula pundi-pundi bonus yang mereka terima di akhir tahun. Bonus-bonus itu yang jadi modal pensiun mereka kelak.

Karena ini cuma ide dan saya memanfaatkan momen kebebasan berekspresi, tolong jangan ada yang protes atau kontra. Karena semestinya para pejabat yang digaji oleh uang rakyat itulah yang memikirkan kesejahteraan rakyatnya. Bukan sebaliknya, justru rakyatnya, yang sedang duduk di toilet memenuhi panggilan alam, malah yang menyempatkan diri memikirkan kesejahteraan pejabatnya.

Wallahu’alam…

Just a thought…

Sumber: kompas.com dan MetroTV

h1

Lowongan Kerja Psikologi

30 Januari 2012

(Lowongan kerja Februari 2012 dan terus berlaku selama posting ini belum dihapus)

Sebuah biro psikologi yang sedang berkembang membutuhkan tenaga freelance dengan kualifikasi sebagai berikut:

  1. Sarjana/Magister Psikologi, diutamakan yang memiliki SIPP
  2. Beragama Islam, untuk muslimah wajib berjilbab
  3. Menguasai berbagai alat tes
  4. Mencintai anak-anak dan berminat pada dunia pendidikan
  5. Menguasai aplikasi office.

Berkas lamaran (disertai CV, 1 lembar fotokopi ijazah dan sertifikat yang terkait, 1 lembar pas foto berwarna 3×4, 1 lembar fotokopi KTP/SIM yang masih berlaku) ditujukan kepada:

PLPT NIRA FIRNA

d.a. FENI YURANOA

jl. Gubeng Airlangga VI/6A

Surabaya

Pelamar yang terpilih akan dihubungi melalui telepon.