Posts Tagged ‘karakter’

h1

Upaya Menemukan Rumusan Pendidikan Berkarakter Dalam Islam

27 Juli 2013

Sudah sejak lama keprihatinan tentang kemerosotan kualitas kehidupan bangsa mengemuka. Dulu, di tahun 1997 – 1998, krisis moneter dituding oleh para teknokrat sebagai biang keladinya. Sedangkan kalangan agamawan, filsuf, pendidik, dan budayawan memandang ada dimensi/aspek lain yang lebih dari sekedar materiil eksternal yang bertanggung jawab terhadap kerusakan kondisi bangsa. Mereka meyakini ada dimensi/aspek non materiil internal di dalam diri manusia-manusia Indonesia yang mendorong terjadinya kerusakan di berbagai sendi kehidupan bangsa.

Mulailah dimunculkan berbagai istilah-istilah yang diklaim sebagai aspek yang seharusnya diperbaiki, bukan hanya aspek materiil saja. Sebutlah di antaranya: moral, sopan santun, etika, budi pekerti, kepribadian, akhlaq (di kalangan kaum muslimin), karakter, dan sebagainya.

Berbagai wacana dilontarkan oleh para pemerhati di media. Diskusi, sarasehan, dan seminar publik pun digelar. Sebagian kalangan bernostalgia ke masa lalu kala hadirnya mata pelajaran di sekolah yang bernama: Budi Pekerti. Sebagian lagi memandang infiltrasi budaya asing lewat globalisasi yang tidak sesuai dengan nilai-nilai asli budaya bangsa dipandang sebagai biang keladinya. Sedangkan beberapa kalangan mengkritik alokasi mata pelajaran agama di sekolah yang hanya dua jam atau mata kuliah agama di perguruan tinggi yang hanya dua SKS.

Saya sendiri ikut larut di dalam pergolakan pemikiran tersebut. Terlebih lagi saat mulai berkecimpung di dunia pendidikan dan mendapati kenyataan yang demikian membuat miris. Padahal, saya sendiri juga adalah produk sistem pendidikan nasional ala CBSA dan link & match zaman orde baru. Uniknya, setiap generasi yang hadir lebih dahulu memandang generasi setelahnya selalu mengklaim dirinya sebagai ‘gak parah-parah amat’, ‘dulu kita kok gak segitu parahnya’, ‘dulu kita masih lebih baik’, dan sejenisnya. Ini ciri khasnya orang yang merasa dirinya benar dan pihak lain yang dianggap salah atau minimal ada masalah. selengkapnya

Iklan
h1

Pendidikan Berkarakter. Karakter Macam Apa???

16 Juli 2013

Senin (15/07), bersamaan dengan dimulainya tahun ajaran baru 2013/2014, yang juga bertepatan dengan bulan Ramadhan 1434 H, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Muhammad Nuh meresmikan penerapan kurikulum 2013 (detik.com).

Nah, dengan gembar-gembor yang begitu besar bahwa kurikulum 2013 tersebut adalah jawaban atas segala problematika generasi muda sekaligus menjadi investasi bagi peradaban bangsa di masa depan, maka sudah seharusnyalah seluruh warga negara dan rakyat Indonesia mendukungnya. Apalagi, sejak saya duduk di bangku SD di tahun 1986, para pejabat di berbagai lembaga negara dan tingkatan selalu menyelipkan disclaimer klise dalam setiap pidatonya, semisal:

“Masalah ini adalah tanggung jawab kita bersama. Pemerintah tidak bisa sendiri menyelesaikan permasalahan tersebut. Butuh partisipasi dan peran serta aktif dari masyarakat untuk terlibat sebagai bentuk kepedulian.”

Jadi tak usah heran, akibatnya setiap ada masalah yang mencuat tidak ada satu pun aparatur negara yang akan tampil secara ksatria menegaskan, “Masalah ini adalah tanggung jawab saya dan saya siap dicopot dari jabatan maupun ditindak secara hukum.” baca selengkapnya