Posts Tagged ‘energi’

h1

Inspirational Physics #4

23 Desember 2013

‘Momentum’ adalah salah satu kata yang sering terucap dalam dialog sehari-hari. Ambil contoh, seorang pejabat mengatakan, “Kami menunggu momentum yang tepat untuk melaksanakan kebijakan itu.” Para pendengar memahami kata momentum sebagai ‘saat’, ‘waktu’, ataupun ‘kondisi’ yang mendukung terlaksananya suatu tindakan.

Sebagai orang yang bergelut dengan pelajaran Fisika, tentu saya memiliki pemahaman yang (mungkin) berbeda. Namun, dalam artikel ini saya tidak bermaksud mempertentangkan pemahaman tersebut. Justru, saya menawarkan suatu cara berpikir yang diharapkan melengkapi pemahaman tersebut. Pada ujungnya, pemahaman tersebut menjadi inspirasi yang berbuah motivasi bagi kita dalam bertindak.

Dalam Fisika, momentum (p) diartikan sebagai hasil kali (product) antara massa (m) dari suatu obyek yang sedang bergerak dengan kecepatannya (v). Momentum adalah besaran vektor dengan satuan SI/MKS-nya kilogram-meter-per-detik (kg.m/s) atau Newton-detik (N.s). Definisi ini sejalan dengan makna momentum yang tertulis dalam Oxford Learner’s Pocket Dictionary (force that increases speed with which a process is happening, gaya yang meningkatkan kelajuan yang dengannya suatu proses terjadi). selengkapnya

Iklan
h1

Inspirational Physics #3

14 Februari 2013

Aliran Air

Kita pasti pernah mendengar ungkapan, “Jalani hidup mengalir saja seperti air.” Sebuah ungkapan yang kerap muncul dari orang yang ditanyai tentang prinsip-prinsip kehidupan. Bisa jadi kita adalah salah satu dari penganut prinsip tersebut.

Prinsip tersebut (katanya) mengandung makna bahwa dalam menjalani hidup kita tidak perlu berambisi ataupun berobsesi besar. Kita cukup menghadapi apapun yang ada di hadapan kita lalu ikuti kemana jalannya alur kehidupan itu. Lalu, prinsip ini dianggap seperti air yang mengalir.

Saya ingin menyegarkan ingatan kita kembali pada pelajaran IPA di SD bahwa, “Air mengalir dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah.” Konsep tersebut diperkaya di tingkat SMP saat kita belajar tentang energi mekanik, energi potensial, dan energi kinetik.

Harus benar-benar dipahami, secara alamiah bahwa air akan selalu dan pasti mengalir ke tempat yang lebih rendah. Tidak ada kisahnya air yang bisa menanjak naik secara alamiah dengan sendirinya. Tentu saja, air bisa mengalir naik, namun tidak secara alamiah. Jika diinginkan mengalir ke atas, alias dari tempat yang lebih rendah ke tempat yang lebih tinggi, air harus ‘didorong’ dan ‘dipaksa’ lewat gaya/energi/usaha/daya dari luar.

Coba perhatikan, seperti apa wujud tempat-tempat rendah yang menjadi tujuan air mengalir ataupun bermuara. Anda tahu??? Saya bantu: comberan, got, selokan, bahkan septic-tank. Mau berada di tempat dan posisi seperti itu???

Berhatilah-hatilah dalam menerapkan prinsip, “Hidup mengalir seperti air.” Lha, kalau mengalirnya ke comberan, bagaimana??? Hidup tidak bisa dibiarkan mengalir begitu saja. Faktanya, tempat-tempat yang mulia berada di posisi yang lebih tinggi. Tangan yang mulia adalah tangan-tangan yang di atas. Kebermanfaatan diri kita akan jauh lebih maknyus dan nendang saat kita berada di atas (berkuasa, kaya, didengarkan oleh banyak orang, dsb) yang meraihnya tidak akan terjadi secara alamiah, harus diupayakan!

Semoga bermanfaat.