h1

Andai Aku Bikin Sekolah

8 Desember 2011

Andai aku bikin sekolah, sekolahku akan menjadi:

Sekolah informal,

supaya terbebas dari kurikulum formal yang tidak berbasis pada kebutuhan murid yang malah justru menjauhkannya dari realitas kehidupan nyata dan memiskinkan akhlaknya.

supaya tidak perlu ikut UAN yang nyata-nyata merenggut kebebasan dan keceriaan murid hanya demi mengejar kelulusan, bersaing merebut kursi di sekolah negeri, kebanggaan sekejab bagi orang tua, dan gengsi semu bagi sekolah.

supaya tidak perlu melalui proses akreditasi yang tak lebih dari sekedar ajang pamer kepura-puraan pengelola sekolah di hadapan para asesor, asesor pulang sandiwara buyar properti panggung digulung masuk gudang lagi.

supaya bisa menyusun kurikulum sendiri yang berpusat pada pembangunan jati diri seorang muslim yang unggul dan menjadi problem solver bagi umat bukan problem maker, sebagaimana ‘sekolah’ yang pernah dibangun Rasulullah SAW untuk mendidik para sahabat.

Sekolah mandiri finansial,

supaya mampu menggaji stafnya dengan sangat layak sehingga gurunya bisa fokus mendidik muridnya dan punya cukup waktu untuk berinovasi dalam metode pembelajaran dan tidak ada lagi guru-guru yang membuang waktu-tenaga untuk mengejar sertifikasi, tunjangan profesi, dan tunjangan transpor dari pemerintah yang jumlahnya tak seberapa tetapi makin menggemukkan para birokrat korup.

supaya tidak perlu repot-repot membuat laporan ke Diknas dan menjilat pejabatnya hanya karena berharap kucuran dana BOS, BOPDA, dan hibah yang hanya membuat RAPBS mengandung unsur uang haram tak barokah.

supaya segala pungutan yang dibayarkan oleh orang tua/wali bisa sepenuhnya kembali dalam bentuk fasilitas dan pelayanan yang berkualitas, tidak termakan oleh staf pengelola dan staf pengajar.

Sekolah bebas strata dan status sosial,

supaya si miskin juga dapat kesempatan belajar dan membangun impian masa depan yang lebih baik.

supaya si kaya dekat dengan si miskin dan rela berbagi nikmat lewat subsidi silang, serta memutus warisan pola pikir materialisme yg mungkin kadung mewabah di keluarganya.

Sekolah untuk seluruh anggota keluarga,

supaya keluarga, yang notabene adalah entitas terkecil yang membentuk suatu negara, menjadi kuat mental, spiritual, dan fikrah yang pada akhirnya mampu menjadi pemasok calon-calon pemimpin negara yang amanah.

supaya orang tua benar-benar mendapatkan perlakuan yang mulia dan kiriman doa setelah mereka wafat dari anak-anaknya yang sholeh/sholeha sebagaimana yang digambarkan dalam Quran dan Hadits.

supaya anak benar-benar mendapatkan kasih sayang, pengayoman, perlindungan, pemenuhan kebutuhan fisik, dan dukungan yang melecut potensi tumbuh dan kembangnya dari orang tuanya.

Apalagi, ya??? Ah, kapan-kapan saja disambung lagi mengkhayalnya. Berharap bertemu orang yang punya khayalan yang sama…

2 komentar

  1. aku jadi muriidnyaa :D


  2. .aku daftar jadi gurunya ya pak .hehehe .



Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.