h1

A Brief Moment of Stupidity Caused by ‘un-WILLING-ness’

21 Mei 2013

Kali ini, kita lupakan dulu segala fakta carut-marutnya sistem pendidikan nasional (Sisdiknas) di republik ini, kita lupakan dulu segala teori, analisis, dan hipotesis para pakar pendidikan yang telah menghiasi relung pemikiran, kita lupakan dulu segala bentuk kurikulum, silabus, dan RPP yang telah membuat sibuk para guru melebihi aktifitas riilnya sebagai seorang pendidik.

Saya ingin mengajak pembaca ke situasi nyata yang ada di kelas, salah satu momen saja yang baru-baru ini saya alami.

It’s not an apology. Nyatanya, saya bukanlah figur guru yang ideal, di semua aspek. Bahkan mungkin saya sama sekali tidak pantas menjadi guru. Sebagai guru pembimbing bidang studi Fisika tingkat SMP, saya hanyalah lulusan jurusan Fisika FMIPA di sebuah institut teknologi milik pemerintah yang berlokasi di kota Surabaya.

Hari-hari di bulan Mei adalah masa-masa mendekati ujian akhir semester (UAS). (Rasanya) di semua sekolah, sangat umum/wajar sekali bila para guru sudah mulai ‘mengorientasikan’ suasana menuju UAS. Di antaranya, memberikan arahan tentang bahan yang akan dijadikan ujian.

Fisika, adalah salah satu mata pelajaran yang dianggap ‘momok’ dengan sejuta alasan yang masing-masing orang bisa sama dengan yang lain, bisa pula berbeda. Meski demikian, faktanya, jarang orang mau mengakui, justru Fisika (dan Matematika, yang juga menjadi momok) adalah pelajaran yang bisa ditargetkan untuk ‘benar semua’ dalam Ujian Nasional (UN). Percaya atau tidak??? lanjutkan membaca

h1

Absolutely Dummies Guide: Membuat Grafik S versus t dengan Microsoft Office Excel 2007

24 April 2013

Menampilkan data-data hasil percobaan (eksperimen) ataupun penelitian ilmiah lainnya secara visual dalam bentuk grafik adalah suatu kebutuhan. Namun ternyata, perlu langkah-langkah khusus yang jarang sekali dicontohkan di pelajaran TIK. Umumnya guru TIK memberikan contoh-contoh data dari bidang sosial (penjualan, nilai ujian, dsb.) untuk ditampilkan dalam diagram batang, garis, maupun lingkaran. Nah, untuk melengkapinya, dalam tulisan kali ini saya ingin berbagi pengalaman membuat diagram atau grafik untuk keperluan menampilkan data-data di bidang IPA khususnya Fisika. Sebagai contoh, digunakan data-data hasil pengukuran waktu pada percobaan gerak lurus. selengkapnya

h1

Kebusukan UN, Masih Bisa Mungkir (Lagi)???

21 April 2013

Foto-foto ini saya dapatkan secara berantai dari salah satu kerabat tanpa harus bersusah payah mencari-cari maupun membayar sejumlah uang tertentu. Saya cuma mengirim pesan singkat di hari Sabtu (13/04), “ntar kalo ada yg aneh2 menjelang UN,ksh tau q ya“.

Inilah hasilnya: lihat selengkapnya

h1

The School of Misoriented Students (And Teacher)

9 April 2013

Melewati tengah semester genap tahun ajaran 2012-2013 hati ini rasanya makin galau. Bukan karena TDL yang kembali naik bertahap tepat 1 April lalu. Bukan karena nampaknya pemerintah akan segera menaikkan harga BBM. Bukan karena urusan dapur semacam bawang merah, bawang putih, cabe, dan daging yang ternyata begitu sulit dipecahkan oleh para birokrat dan teknokrat jenius di negeri ini. Bukan pula karena dunia penegakan hukum di negeri ini yang makin kacau dan menuju negara berhukum rimba. Isi kepala saya terlalu kecil untuk dipakai memikirkan urusan-urusan besar sekelas negara.

Dulu, saat memasuki semester kesebelas kuliah di jurusan Fisika ITS, meski belum nampak tanda-tanda akan segera lulus, malah yang tergambar di dalam benak adalah surat ancaman DO dari dekanat FMIPA yang akan dikirimkan ke alamat orang tua saya di Pontianak jika IPK saya tak kunjung membaik dan kredit SKS tak bertambah signifikan, namun seingat saya, perasaan di hati masih jauh lebih baik dibandingkan dengan saat ini yang serasa hendak dihempaskan keras ke tembok-tembok beton.

Jika umur saya dipanjangkan oleh ALLAH Swt hingga menutup tahun ajaran ini, maka genap 3 tahun sudah saya terlibat dalam proses pengajaran di SMP kelas putra, di pondok pesantren tempat saya bekerja. Periode 2006 hingga 2009 lalu kala saya hanya diamanahi mengelola SMP kelas putri segala sesuatunya masih terasa lebih ringan. Padahal dulu saya diberi tugas sebagai koordinator bidang sarana dan guru penuh waktu (belum lagi tugas ini-itu). Sedangkan saat ini sebagai guru honorer tanpa jabatan apapun yang hanya datang di jam mengajar, rasanya motivasi diri ini makin terjun bebas ke jurang terdalam. Namun perlu saya tegaskan, kegalauan ini bukan bermuara pada urusan fulus alias gaji. baca selengkapnya

h1

Soal Latihan Fisika SMP Menurut SKL UN 2012-2013

2 Maret 2013

Berawal dari tugas untuk menyiapkan latihan Fisika SMP untuk persiapan UN 2013, kali ini saya berbagi soal-soal yang saya buat dengan mengacu pada SKL UN 2013-2013. Semoga bermanfaat…

Unduh soal taut 1, taut 2, taut 3, taut 4…

h1

MSO Word Problem, Bagaimana Cara Menata Letak Gambar atau Foto???

20 Februari 2013

Ini benar-benar masalah. Saya tidak sedang berbagi tips dan trik. Karena sesungguhnya sayalah yang butuh pertolongan.

Tolong dibantu yaaaaaaaaaaaa…

Masalah ini (selalu) terjadi saat saya menyisipkan gambar atau foto ke dalam dokumen yang saya ketik menggunakan MSO Word (kali ini saya menggunakan yang versi 2007), lebih khusus lagi saat menggunakan pengaturan Multiple pages ‘2 pages per sheet’ maupun ‘Book fold’.

multiplepages_picturewrapping_problems_01

Coba perhatikan screenshot saat proses editing berikut ini:

multiplepages_picturewrapping_problems_02

Everything seems fine and properly fitted in its place, right???

Sekarang bandingkan dengan hasil cetak yang saya foto berikut ini:

multiplepages_picturewrapping_problems_03

Kelihatan masalahnya, kan??? (gambar grafik yang tadinya berada di dalam tabel di kanan jadi ‘terlempar’ ke sebelah kiri di area yang tidak semestinya)

Note: saat menyisipkan gambar, saya langsung paste saja lalu saya atur ‘Text Wrapping’-nya jadi ‘In-Line with Text’.

Nah, itu pertanyaannya, bagaimana cara mengatasinya ataukah sudah takdir bawaan lahir kita tidak bisa menata letak gambar atau foto secara benar dalam pengaturan Multiple pages ‘2 pages per sheet’ maupun ‘Book fold’???

Help me, please

h1

Inspirational Physics #3

14 Februari 2013

Aliran Air

Kita pasti pernah mendengar ungkapan, “Jalani hidup mengalir saja seperti air.” Sebuah ungkapan yang kerap muncul dari orang yang ditanyai tentang prinsip-prinsip kehidupan. Bisa jadi kita adalah salah satu dari penganut prinsip tersebut.

Prinsip tersebut (katanya) mengandung makna bahwa dalam menjalani hidup kita tidak perlu berambisi ataupun berobsesi besar. Kita cukup menghadapi apapun yang ada di hadapan kita lalu ikuti kemana jalannya alur kehidupan itu. Lalu, prinsip ini dianggap seperti air yang mengalir.

Saya ingin menyegarkan ingatan kita kembali pada pelajaran IPA di SD bahwa, “Air mengalir dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah.” Konsep tersebut diperkaya di tingkat SMP saat kita belajar tentang energi mekanik, energi potensial, dan energi kinetik.

Harus benar-benar dipahami, secara alamiah bahwa air akan selalu dan pasti mengalir ke tempat yang lebih rendah. Tidak ada kisahnya air yang bisa menanjak naik secara alamiah dengan sendirinya. Tentu saja, air bisa mengalir naik, namun tidak secara alamiah. Jika diinginkan mengalir ke atas, alias dari tempat yang lebih rendah ke tempat yang lebih tinggi, air harus ‘didorong’ dan ‘dipaksa’ lewat gaya/energi/usaha/daya dari luar.

Coba perhatikan, seperti apa wujud tempat-tempat rendah yang menjadi tujuan air mengalir ataupun bermuara. Anda tahu??? Saya bantu: comberan, got, selokan, bahkan septic-tank. Mau berada di tempat dan posisi seperti itu???

Berhatilah-hatilah dalam menerapkan prinsip, “Hidup mengalir seperti air.” Lha, kalau mengalirnya ke comberan, bagaimana??? Hidup tidak bisa dibiarkan mengalir begitu saja. Faktanya, tempat-tempat yang mulia berada di posisi yang lebih tinggi. Tangan yang mulia adalah tangan-tangan yang di atas. Kebermanfaatan diri kita akan jauh lebih maknyus dan nendang saat kita berada di atas (berkuasa, kaya, didengarkan oleh banyak orang, dsb) yang meraihnya tidak akan terjadi secara alamiah, harus diupayakan!

Semoga bermanfaat.

h1

Pelajaran Attitude Dari Sebuah Film

13 Februari 2013

Menyaksikan film Karate Kid yang merupakan remake versi 2010 di TransTV, Ahad (10/2) yang lalu bertepatan dengan Imlek, menggugah kembali kenangan lama tentang sekuel asli dari The Karate Kid. Film yang dibintangi oleh Ralph Macchio (sebagai Daniel LaRusso) dan Nuriyuki ‘Pat’ Morita (sebagai Mr. Miyagi) hadir di bioskop tahun 1984. Saya sendiri baru berkesempatan menonton film itu saat tayang di RCTI tahun 90-an yang ditonton lewat antena parabola. Kala itu saya kelas 5-6 SD yang sedang getol-getolnya tertarik dengan bela diri. Saya sendiri ikut klub Lemkari (Lembaga Karate-Do Indonesia) hingga sabuk hijau. Jadinya, setiap hal-hal yang terkait dengan karate dan bela diri, pasti membuat saya begitu excited. Karena itu film The Karate Kid seri I dan seri II menjadi tontonan wajib meski harus diulangi lagi. Terlebih lagi pada sekuel kedua yang dihiasi original soundtrack yang mengharu-biru berjudul ‘Glory of Love’ yang dibawakan oleh Peter Cetera, pentolan grup Chicago.

Meski hadirnya remake versi 2010 The Karate Kid (yang dibintangi oleh Jaden Smith sebagai Dre Parker dan Jacky Chan sebagai Master Han) ini sempat membuat saya protes karena sepanjang film tersebut sama sekali tidak disebutkan kata ‘karate’. Bahkan film yang dibintangi oleh Jacky Chan sebagai Master Han dan mengambil lokasi setting di RRC jauh lebih tepat bila disebut ‘The Kungfu Kid’. Namun, sebagai remake memang ada kemiripan yang bisa dipastikan bersumber dari versi 1984.

Ini yang membuat saya tertarik… baca selengkapnya

h1

Dua Kali Membiarkan Sertifikasi Gagal

6 Februari 2013

Bagi sebagian orang yang amat sangat ingin tenar, kaya, dan memasuki dunia selebriti, bisa ikut dan lolos audisi acara-acara pencarian bakat di televisi adalah segala hal yang ingin dicapai di dunia. Nah, dengan feeling dan emosi yang sama, bagi para guru yang sejak Indonesia merdeka berteriak menuntut kesejahteraan, sertifikasi guru adalah hal yang sangat diidam-idamkan melebihi apapun. Ujung dari proses sertifikasi yang berupa tunjangan profesi pendidik (TPP) adalah ibarat hujan di padang pasir yang panas dan tandus.

Lalu mengapa saya membiarkan proses sertifikasi saya sendiri gagal, sampai dua kali pula???

Begini kronologinya, versi saya…  lanjutkan membaca

h1

But Actually Religion Issue Does Matter To Us

6 Februari 2013

Senin (04/02) siang ba’da sholat dhuhur, saya yang sedang duduk santai di ruang tamu SMP kelas putri tiba-tiba dikejutkan oleh salah satu ustadzah yang mengantarkan seorang tamu pria ‘aneh’ untuk duduk di ruang tersebut. Aneh, karena penampakan fisik pria tersebut berbeda dari yang biasa-biasa kami temui sehari-hari. Lebih aneh lagi, sang ustadzah bicara dalam bahasa Inggris (seadanya dan sekenanya) kepada tamu tersebut.

Karena ditinggalkan bersama saya di ruang itu, mau tak mau saya harus proaktif untuk menjalin komunikasi dengan tamu itu. Ternyata, si tamu itu mengaku berasal dari India, seorang guru seni yang sedang berlibur, dan menjalani program berkeliling ke beberapa sekolah. Dia meminta agar diizinkan beraudiensi singkat di depan murid-murid untuk mengenalkan seni origami yang dia ajarkan di sekolahnya di India. Surprise, karena belum pernah bertemu dengan model tamu yang seperti ini dan sama sekali tidak menaruh curiga apapun.

Dari komunikasi yang serba terbatas lewat bahasa Inggris dengan vocab dan grammar yang sekenanya serta sedikit kode-kode Tarzan, ada satu hal (dari sekian banyak hal) yang menarik dari pembicaraan kami. lanjutkan membaca

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.