Bukan sekali ini saja para sineas Hollywood membuat film yang menggambarkan tentang kehancuran alam semesta. Sebut saja film berjudul Deep Impact dan Armageddon yang memiliki kesamaan gambaran tentang kiamat di bumi yaitu akibat hantaman asteroid raksasa. Bedanya, dalam Deep Impact ada skenario yang mirip dengan zaman Nabi Nuh AS, yaitu menyelamatkan spesies-spesies makhluk hidup yang dianggap unggul ke dalam sebuah bunker raksasa yang nantinya akan meneruskan kehidupan pasca kiamat. Sedangkan dalam Armageddon, manusia secara aktif berupaya mencegah terjadinya kiamat dengan meledakkan asteroid yang akan menghantam bumi.
Saya adalah salah satu yang sangat terkesan dengan film Armageddon. Dalam adegan dimana Bruce Willis yang harus tinggal di asteroid untuk menekan tombol detonator peledak thermonuklir secara manual, karena sistem kendali jarak jauhnya gagal berfungsi, berdialog perpisahan dengan Liz Tyler putrinya. Nah, berapa kalipun film ini diputar ulang di berbagai stasiun televisi swasta, setiap tiba pada dialog ini saya selalu ‘mbrebes mili’, kata orang Surabaya. Belum lagi iringan soundtrack “Don’t Wanna Miss A Thing” dari Aerosmith yang meski ber-genre rock namun sangat menyayat hati.
Hanya ada satu saja kekurangan film ini, menurut saya, yaitu: mengapa semua pihak yang berperan vital dalam misi penyelematan dunia dari ancaman kiamat ini hanyalah AMERIKA??? Kalaupun ada seorang kosmonot dari Stasiun Angkasa MIR Rusia, rasanya ia hanya pelengkap dan sekedar membuat senyum dengan kekonyolan dan salah satu celetukannya, “Barang Amerika… Barang Rusia…Semuanya buatan Taiwan!”
Harus diakui, kekuatan dan daya tarik utama film-film Hollywood adalah pada efek khusus, animasi, efek suara, dan sebagainya yang didukung dengan teknologi tinggi hingga mampu menghadirkan kesan seperti nyata dan sungguh-sungguh terjadi.
Demikian pula halnya dengan film bertema kiamat terbaru yang sedang tayang, 2012. Melihat movie thriller-nya saja sudah terkesan betapa tingginya kualitas garapan film ini, khas Hollywood. Tentu bagi para penikmat film dengan efek-efek canggih, film ini akan sangat menghibur dan mengesankan.
Film 2012 ini diklaim bersandar kepada sistem kalender suku Maya yang mendiami kota kuno Teotihuacan yang berjarak sekitar 50 kilometer dari pusat kota Mexico (Mexico City), ibukota negara Mexico. Well, ada penjelasan yang sangat panjang dan lebar, kali tinggi, di berbagai website dan blog. Namun, pada intinya mereka membantah bahwa suku Maya memprediksi akan terjadi kiamat pada 21 Desember 2012 (122112, mm-dd-yy) meski memang perhitungan kalender yang mereka buat berhenti pada tanggal itu.

Hei, perhatikanlah kalender di rumah Anda. Hanya karena kelender itu berhenti di tanggal 31 Desember 2009, bukan berarti setelahnya adalah hari kiamat, kan??? Itu hanya penanda akhir tahun semata!
Bagaimana kaum muslimin harus menyikapi hal ini??? baca selengkapnya






English
Germany
France
Japanese
Chinese