h1

Kaum Muslimin Haram Percaya Kiamat Terjadi di Tahun 2012

16 November 2009

Bukan sekali ini saja para sineas Hollywood membuat film yang menggambarkan tentang kehancuran alam semesta. Sebut saja film berjudul Deep Impact dan Armageddon yang memiliki kesamaan gambaran tentang kiamat di bumi yaitu akibat hantaman asteroid raksasa. Bedanya, dalam Deep Impact ada skenario yang mirip dengan zaman Nabi Nuh AS, yaitu menyelamatkan spesies-spesies makhluk hidup yang dianggap unggul ke dalam sebuah bunker raksasa yang nantinya akan meneruskan kehidupan pasca kiamat. Sedangkan dalam Armageddon, manusia secara aktif berupaya mencegah terjadinya kiamat dengan meledakkan asteroid yang akan menghantam bumi.

Saya adalah salah satu yang sangat terkesan dengan film Armageddon. Dalam adegan dimana Bruce Willis yang harus tinggal di asteroid untuk menekan tombol detonator peledak thermonuklir secara manual, karena sistem kendali jarak jauhnya gagal berfungsi, berdialog perpisahan dengan Liz Tyler putrinya. Nah, berapa kalipun film ini diputar ulang di berbagai stasiun televisi swasta, setiap tiba pada dialog ini saya selalu ‘mbrebes mili’, kata orang Surabaya. Belum lagi iringan soundtrack “Don’t Wanna Miss A Thing” dari Aerosmith yang meski ber-genre rock namun sangat menyayat hati.

Hanya ada satu saja kekurangan film ini, menurut saya, yaitu: mengapa semua pihak yang berperan vital dalam misi penyelematan dunia dari ancaman kiamat ini hanyalah AMERIKA??? Kalaupun ada seorang kosmonot dari Stasiun Angkasa MIR Rusia, rasanya ia hanya pelengkap dan sekedar membuat senyum dengan kekonyolan dan salah satu celetukannya, “Barang Amerika… Barang Rusia…Semuanya buatan Taiwan!”

Harus diakui, kekuatan dan daya tarik utama film-film Hollywood adalah pada efek khusus, animasi, efek suara, dan sebagainya yang didukung dengan teknologi tinggi hingga mampu menghadirkan kesan seperti nyata dan sungguh-sungguh terjadi.

Demikian pula halnya dengan film bertema kiamat terbaru yang sedang tayang, 2012. Melihat movie thriller-nya saja sudah terkesan betapa tingginya kualitas garapan film ini, khas Hollywood. Tentu bagi para penikmat film dengan efek-efek canggih, film ini akan sangat menghibur dan mengesankan.

Film 2012 ini diklaim bersandar kepada sistem kalender suku Maya yang mendiami kota kuno Teotihuacan yang berjarak sekitar 50 kilometer dari pusat kota Mexico (Mexico City), ibukota negara Mexico. Well, ada penjelasan yang sangat panjang dan lebar, kali tinggi, di berbagai website dan blog. Namun, pada intinya mereka membantah bahwa suku Maya memprediksi akan terjadi kiamat pada 21 Desember 2012 (122112, mm-dd-yy) meski memang perhitungan kalender yang mereka buat berhenti pada tanggal itu.

Pyramid Of The Sun - Courtesy of http://www.greatdreams.com/

Hei, perhatikanlah kalender di rumah Anda. Hanya karena kelender itu berhenti di tanggal 31 Desember 2009, bukan berarti setelahnya adalah hari kiamat, kan??? Itu hanya penanda akhir tahun semata!

Bagaimana kaum muslimin harus menyikapi hal ini??? baca selengkapnya

h1

Cicak versus Cicak

12 November 2009

Publik Indonesia sedang disuguhi tontonan ‘Cicak vs. Buaya’. Hebatnya, tontonan yang satu ini tidak kenal jumlah episode, jam tayang, durasi, ataupun iklan. Sewaktu-waktu di televisi bisa muncul berupa: breaking news, liputan terkini, dsb. Wah, benar-benar reality show

Anyway, saya bukan ingin mengulas perseteruan ini karena jauh di luar kapasitas diri pribadi saya. Tapi kalau boleh jujur, saya memang sudah ill-feel terhadap institusi Kepolisian dan Kejaksaan. Bukankah dulu KPK dibentuk lewat amanat TAP MPR yang didorong oleh fakta bahwa perangkat hukum yang ada gagal memberantas korupsi serta dibutuhkan extra-ordinary effort untuk memberantasnya??? Karena itu, KPK adalah harapan besar saya. Semoga saja memang para pimpinan KPK itu (AA, BSR, dan CH) memang tidak bersalah.

Sebagai rakyat kecil alias ‘cicak’, saya pun hanya bisa bicara dalam tingkatan dunia ‘cicak’ saja…

Harus diakui, segala tingkah laku, bahkan tutur kata yang terucap, yang diperagakan para pejabat tinggi maupun pesohor (celebrity) adalah cerminan dari keseluruhan rakyat yang ada di bawahnya. Bahasa gampangnya, jika pejabatnya begitu, ya seperti itu pulalah rakyatnya. Bahkan di tingkatan rakyat bisa jadi lebih parah. Jika saat ini kita melihat para petinggi negara saling ‘baku hantam’ maka sesungguhnya kehidupan rakyat pun penuh dengan ‘baku hantam’ pula. Bedanya, jika di atas mereka baku hantam untuk berebut tahta, wanita, dan harta dalam jumlah besar, yang di bawah baku hantam untuk sekedar mencari sesuap nasi.

Sedikit pengalaman… baca selengkapnya

h1

Benarkah Malaikat telah Menampakkan Wujudnya???

9 November 2009

Sebuah video yang direkam menggunakan kamera ponsel yang memperlihatkan sebuah penampakan yang diyakini sebagai ‘MATA MALAIKAT’. Video tersebut diambil secara tidak sengaja ketika sang pemilik ponsel mengarahkan kamera ponselnya ke arah langit-langit di sebuah kawasan di kota Padang beberapa saat pasca kejadian gempa 7,6 SR yang dahsyat. Rekaman video tersebut beredar luas di dunia maya.

Hal seperti ini tentu layak untuk disikapi secara kritis dengan tetap memegang teguh aqidah yang kita yakini.

Sebelumnya, izinkanlah saya bersyahadat: Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain ALLAH Swt. dan Muhammad Saw. adalah utusan ALLAH…

Pokok-pokok aqidah yang harus diyakini oleh umat islam tertuang dalam 6 butir Rukun Iman, yang disarikan dari berbagai ayat dalam Quran dan Hadits shahih, yaitu: baca selengkapnya

h1

‘Age’ is Not Directly Proportional to ‘Attitude’

26 Oktober 2009

Senin (26/10) ini memasuki pekan ketiga saya berkiprah di tempat kerja yang baru. Masih di dunia pendidikan juga, sih. Sekedar review saja:

  1. Awal Agustus 2009 saya mengundurkan diri setelah tiga tahun menjadi guru Fisika dan Koordinator Bidang Sarana (termasuk anggota tim Kreatif Panitia Penerimaan Siswa Baru) di sebuah SMP full-day khusus putri milik sebuah pesantren di kawasan Surabaya Timur.
  2. Sambil hunting pekerjaan baru, saya mendapat tawaran menjadi dosen mata kuliah Fisika Dasar di sebuah PTS, masih di kawasan Surabaya Timur juga, disini saya mengajar di jurusan Teknik Mesin yang dari 60-an mahasiswanya hanya ada seorang wanita.
  3. Pasca lebaran 1430 H saya diterima di sebuah SD islam di kawasan Kenjeran sebagai guru mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk menangani kelas III – VI, selain saya juga merangkap sebagai staf administrasi lembaga pendidikan islam yang menaungi sekolah tersebut.

Bayangkan sendiri betapa drastisnya perubahan ‘ladang kerja’ yang saya garap saat ini. Dari mendidik siswi-siswi muslimah tingkat SMP pesantren dengan aturan syariat yang cukup ketat, beralih mengajar para mahasiswa yang dominan pria di kampus kapitalis yang sedang gonjang-ganjing akibat konflik internal, sekaligus mendidik siswa-siswi di SD islam yang kental dengan aroma nasionalisme. Semuanya berubah drastis: subyek yang saya didik, materi yang saya ajarkan, dan atmosfer organisasi tempat saya bekerja.

Dalam berbagai kesempatan bertafakur, saya kerap tersenyum-senyum sembari dalam hati bergumam, “Ya ALLAH, betapa unik rencana yang telah Kau atur buat hamba-Mu yang kecil lagi hina nan bodoh ini. Apakah makna di balik ini semua??? Kemanakah lagi akan Kau tuntun hamba esok hari???”

Anywaybaca selengkapnya

h1

Memahami Perjuangan Pangeran Diponegoro

24 Oktober 2009

Saya memiliki chemistry khusus dengan pahlawan nasional yang satu, tanggal lahir beliau sama dengan saya, he… he… he…

Hidayatullah.com

Pelajaran sejarah yang benar harus dipaparkan dengan benar kepada anak didik kita sehingga mereka bisa mengambil hikmah meneladani pahlawan Islam. Baca CAP Adian ke-272

Oleh: Dr. Adian Husaini

Hidayatullah.com–Pada jurnal Islamia-Republika, edisi 15 Oktober 2009, dimuat sebuah artikel menarik berjudul ”Diponegoro Pangeran Santri Penegak Syariat”. Artikel itu ditulis oleh Ir. Arif Wibowo, mahasiswa Magister Pemikiran Islam-Universitas Muhammadiyah Surakarta. Artikel itu membuka kembali wacana penting dalam penulisan sejarah Islam di Indonesia bahwa Pangeran Diponegoro bukanlah pahlawan nasional yang berjuang melawan Belanda semata-mata karena urusan tanah atau tahta. Tapi, Pangeran Diponegoro adalah pahlawan Islam, bangsawan Jawa yang mendalami serius agama Islam, dan kemudian melawan penjajah Belanda dengan semangat jihad fi sabilillah. Diponegoro adalah sosok pahlawan yang berani meninggalkan tahta dan kenikmatan duniawi demi mewujudkan sebuah cita-cita luhur, tegaknya Islam di Tanah Jawa.

Berikut ini kita sajikan secara utuh tulisan yang menarik tentang Diponegoro tersebut. lanjutkan

h1

Yang Tersisa Dari Mudik Lebaran 1430 H di Pontianak

23 Oktober 2009

Sudah lamaaa sekali saya tidak memperbarui artikel di blog ini. Rasanya malu kepada para surfer yang, entah sengaja atau tidak, mampir kesini. Yah, mau bagaimana lagi, karena kenyataannya saya mengalami kendala teknis seperti berikut ini:

6E6573_210909_01

Para pembaca yang heran dan bertanya tentang gambar di atas, itu adalah tampilan layar laptop saya (Axioo MNC series) yang saat itu usianya belum genap dua bulan.

Lho, kok bisa??? Ceritanya begini. Sejak tiba di rumah, saya menggelar laptop di ruang keluarga yang merangkap ruang nonton tivi dan tempat tidur (gelethak’an di karpet) saya dan adik-adik saya. Disitulah saya mengetik artikel, menyusun materi pelajaran, berselancar internet, termasuk nge-game.

Pada hari kedua Syawal, seperti biasa, kami sekeluarga silaturrahim ke rumah Om Agus di daerah Sei Raya, pinggir kota Pontianak. Kalau sudah ke rumah Om, mesti pulangnya sore dan rumah yang kosong dikunci rapat. Nah, dengan itikad baik, Dedy (adik, anak kedua) mengamankan laptop yang keleleran di ruang keluarga ke rak tivi yang agak tersembunyi. Namun, ia tidak tahu jika sebelum tidur di malam sebelumnya saya meletakkan USB Flash Disk (UFD) di sudut dekat engsel LCD laptop (agak ke tengah). Posisi layar agar merunduk menyebabkan kondisi di baliknya tidak terlihat. Saya sendiri tidak melihat kejadian saat Dedy memindahkan laptop, karena sudah stand-by di atas sepeda motor. Saya menduga, sambil meraih laptop dan berjalan ke rak tivi untuk mengamankan laptop saya, Dedy menutup (mengatupkan) lid layar laptop. Akibatnya, bisa dilihat lagi pada gambar di atas.

Baru pada Sabtu (17/10) lalu saya berkesempatan membawa laptop saya ke Axioo IT Clinic di mal THR untuk mengganti LCD-nya. Hari Rabu (21/10) ba’da dhuhur, saya yang belum juga dihubungi pihak Axioo IT Clinic (padahal petugas customer care berjanji akan menghubungi saya hari Senin) berinisiatif menelepon untuk menanyakan kabar laptop saya. Ternyata sudah selesai. Saya bergegas izin keluar sebentar untuk mengambilnya. Lumayan, habis biaya 1,45 juta untuk mengganti sebuah LCD laptop…

Karena sudah terlalu lama berpisah dengan laptop, semua ide yang hendak saya tulis raib entah kemana. So, saat ini saya akan berbagi sedikit pengalaman yang masih ingat dan memperlihatkan beberapa foto-foto hasil jepretan ponsel butut saya SE K750 di beberapa kesempatan jalan-jalan di kota Khatulistiwa ini… baca selengkapnya

h1

Mohon Jangan Sembarangan “Utak-atik Gathuk”

12 Oktober 2009

al israa' 17-16

Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya. (QS. Al Israa’ [17]: 16)

Terus terang saja, saya sangat keberatan dengan cara sebagian saudara seiman sesama muslim dalam menanggapi bencana gempa tektonik 7,6 pada skala Richter di Padang yang terjadi pada hari Rabu, 30 September 2009 pukul 17.16 WIB. Salah satunya adalah mengaitkan jam terjadinya gempa dengan surat 17 ayat 16 yang saya kutip di atas. Ini bukan hal yang baru karena pada kejadian 11 September 2001, orang pun mengait-ngaitkan jumlah lantai menara kembar WTC dengan ayat-ayat Quran pula. Poin-poin keberatan saya adalah: baca selengkapnya

h1

Mohon Maaf Lahir dan Bathin

20 September 2009

eid fitri 1430

h1

Jungkir Balik Mudik

19 September 2009

Sebagaimana lebaran di tahun-tahun sebelumnya, tahun 1430 H alias 2009 ini saya merencanakan mudik ke rumah ortu di kota Pontianak. Moda transportasi yang dipilih untuk kelas rakyat seperti saya tentu saja adalah kapal laut kelas ekonomi, he…3x.

Yang sedikit berbeda adalah tahun ini saya tidak sendirian. Akan tetapi mengajak serta My Future Wife (MFW, calon istri saya) dan My Future Mother in Law (MFMiL, calon ibu mertua saya). Sejak kami berkenalan di bulan Januari dulu mereka sudah antusias ketika saya iseng aja bilang, “Lebaran nanti ke Pontianak, yuk.”

Sebelum Mudik

Lebaran tahun ini diperkirakan jatuh pada sepertiga akhir bulan September 2009. Karenanya menjelang akhir Agustus, saya sudah ancang-ancang memesan tiket kapal. Belajar dari pengalaman tahun lalu, karena sibuk mengurusi kegiatan pondok ramadhan di SPiLuqkim, saya baru ada waktu luang berburu tiket setelah sekolah libur, sekitar seminggu sebelum keberangkatan kapal.

Namun apa yang terjadi? Tidak satupun tiket di agen-agen resmi bisa saya dapatkan. Baik untuk kapal penumpang plat merah (KM. Bukit Raya milik pemerintah, Pelni) maupun swasta (biasanya KM. Marisa Nusantara milik Prima Vista).

Dua kali bolak-balik ke kantor Pelni cabang Surabaya di kawasan Tugu Pahlawan saya tidak mendapatkan hasil yang memuaskan. Di meja pelayanan, sang petugas hanya mengatakan bahwa tiket dapat dipesan beberapa hari (kurang dari seminggu) menjelang keberangkatan. Bah, jawaban apa pula ini??!

Belum lagi, jadwal keberangkatan kapal tujuan Pontianak kerap berubah-ubah. Dari tanggal 12 September, berganti menjadi tanggal 10 September, lalu 17 September, hingga akhirnya dipatok kembali ke tanggal 12 September. KM. Bukit Raya yang biasa melayani rute Surabaya – Pontianak milik Pelni dengan frekuensi hanya dua kali sebulan. Beruntung bulan ini Pelni turut mengerahkan KM. Lawit melayani rute ini, tapi hanya sementara sebagai penataan ulang rute-rute pelayaran.

Karena usaha mandiri lewat jalur resmi di Pelni Surabaya tidak menampakkan tanda-tanda sukses, saya terpaksa main ortu lagi, kayak anak kecil nan manja.

Ortu saya adalah PNS di lingkungan Ditjen Perhubungan Laut. Papa memulai karir di Syahbandar Surabaya dan berlanjut di Stasiun Radio Pantai Surabaya. Di tahun 1983 beliau mengisi kekosongan tenaga Marconist di Stasiun Radio Pantai Pontianak (SROP) yang merupakan unit di bawah Distrik Navigasi (Disnav) Pontianak sekaligus memboyong saya dan mama yang tengah mengandung Dedy untuk memulai hidup baru disana. Bertahun-tahun, papa malang-melintang mengisi peran penting di unit-unit Disnav, mulai dari SROP yang melayani komunikasi dunia maritim hingga P3 (Perambuan dan Penerangan Pantai) yang mengurusi rambu-rambu laut dan menara mercu suar di pulau-pulau terpencil. Ketika posisi pimpinan unit teknis di Navigasi sudah tidak tersedia lagi, sementara ogah berurusan dengan politisasi jabatan (seharusnya beliaulah yang menjadi Kepala Disnav saat itu), beliau pindah ke Administrator Pelabuhan (Adpel) Pontianak hingga pensiun di awal Agustus 2009 ini.

Hijrah ke Pontianak, mama adalah ibu rumah tangga murni. Di tahun 1991, saat Andra memasuki usia dua tahunan, mama memutuskan untuk mengkaryakan ilmu Marconist yang dulu diraihnya di Surabaya (yang mempertemukan mama dengan papa saat pendidikan) lewat penerimaan CPNS. Dari sekian banyaknya pelamar, hanya ada segelintir wanita dan hanya mama yang berijazah Marconist. Kata mama, dulu di kampus, dalam satu angkatan memang hanya ada dua mahasiwa yang berjenis perempuan dan mama salah satunya.

Marconist berasal dari kata ‘marconi’ yang terambil dari nama Guglielmo Marconi (1874 – 1937), seorang electrical engineer berkebangsaan Italia yang pertama kali menemukan sistem pensinyalan radio (“… known as the inventor of the first practical radio-signaling system.” Microsoft Encarta 2006).

Dalam dunia maritim, Marconist adalah perwira kapal yang khusus bertugas menangani radio komunikasi. Karenanya, keahlian Marconist sangat klop dengan pekerjaan di SROP. Sayangnya, seiring dengan perkembangan dunia IT sekolah-sekolah Marconist sudah ditutup. Sekarang hanya ada pendidikan Operator Radio Umum (ORU) yang bersifat terbuka, tidak khusus untuk dunia maritim saja. Semua departemen maupun unit teknis milik pemerintah atau swasta yang membutuhkan boleh mengutus stafnya untuk mengikuti pendidikan ini. Demikian pula mereka yang sedang mengincar pekerjaan yang membutuhkan ilmu radio komunikasi boleh ikut pendidikan yang berbiaya sekitar enam jutaan ini. Padahal, kompetensi teknis lulusan ORU yang sekolahnya hanya dua bulan masih jauh dari ilmu Marconist yang harus sekolah selama setahun.

Tahun ini, karena mama adalah satu-satunya ‘fosil’ Marconist yang tersisa sekaligus pegawai paling senior yang ada di SROP, mau tidak mau beliau harus menjabat Kepala Stasiun Radio Pantai Pontianak. Tidak banyak wanita yang menjabat Kepala Stasiun Radio Pantai di seluruh Indonesia. That’s my mom, chayo mom!!!

Lewat mama, saya bisa tahu informasi jadwal kapal yang akurat. Dengan memanfaatkan channel di Pelni Pontianak, mama memesan tiket secara online. Kemudian mengirimkannya lewat jasa layanan kurir ke Surabaya. Jadi, keberangkatan dari Surabaya dengan tujuan Pontianak, pesan tiketnya lewat Pontianak. Saya sudah memegang tiket di saat Pelni Surabaya sendiri belum melepasnya ke calon penumpang.

Salahnya Pelni Surabaya sendiri! Saya kan aslinya gak kepingin KKN. Tetapi gara-gara bikrokrasi GeJe ala orba masih dipertahankan, terpaksa saya juga pake cara ‘ol skul. Sehari sebelum artikel ini ditulis (18/09), saya sudah mendapatkan tiket untuk kembali ke Surabaya yang dijadwalkan bertolak tanggal 29 September dengan KM Bukit Raya (sebelas hari sebelum keberangkatan).

Hari Keberangkatan – Sabtu 12 September 2009 baca kelanjutannya

h1

Mengaktifkan Keyboard Arabics di Windows XP

8 September 2009

Buat Anda yang butuh mengetik kata atau kalimat dalam abjad Arab, seringkali direpotkan dengan menginstal aplikasi third party yang seringkali tidak compatible (sulit copy-paste) dengan aplikasi dari kelompok Microsoft Office. Bahkan ada yang lebih rumit lagi, menginstal Windows versi Arabics. Kekacauan yang umumnya muncul berkaitan dengan Regional and Language Option utamanya menyangkut format angka, mata uang, waktu, dan tanggal. Dulu saya pernah disambati rekan yang bingung dengan masalah ini. Ternyata ruler yang ada di aplikasi Microsoft Word di laptopnya jadi kacau.

Nah, ada solusi mudah untuk mengetik abjad-abjad Arab tanpa menginstal Windows Arabics version maupun software khusus. Cukup memanfaatkan Windows XP yang sudah terinstal di PC/laptop anda. Ikuti langkah-langkah berikut ini dengan cermat: baca selengkapnya